Contoh Kasus Metode Penelitian Kuantitatif
1. Metode Penelitian Kuantitatif
Masalah
a. Masalah motivasi belajar
Motivasi diri untuk terus belajar nerupakan hal yang sangat penting bagi setiap siswa, karena motivasi tersebut akan menggugah siswa untuk tetap bersemangat dalam belajar.sebaliknya, tanpa motivasi tersebut siswa akan merasa sulit untuk memahami materi yang dijelaskan oleh guru.
b. Masalah sikap belajar
Sikap merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar yang akan di peroleh siswa. Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, begitu pula dengan sikap yang dimilikinya. Sebagaimana yang diketahui, pembelajaran merupakan segala usaha yang di lakukan seorang pendidik agar terjadi belajar dalam diri siswanya. Sedangkan belajar adalah proses perubahan sikap.
2. Menentukan variabel
a. Variabel Independen (X1) : Motivasi belajar
b. Variabel Independen (X2) : Sikap Belajar
c. Variabel Dependen (Y) : Hasil Belajar
A. Variabel Independen( X1)
Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar (Dimyati dan Mudjiono, 2013: 80).
Menurut Uno (2012: 23),motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan bebarapa indikator atau unsur yang mendukung.
motivasi belajar adalah faktor psikis yang bersifat non-intelektual yang bersifat mendorong pada siswa untuk mencapai hasil/prestasi belajar sebaik mungkin(Carolita,2017:22)
motivasi belajar adalah tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, menunjukkan minat untuk sukses, lebih senang bekerja mandiri, dapat mempertahankan pendapatnya, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini serta senang mencari dan memecahkan masalah(Shofyana Nur Anisa,2017:23)
motivasi belajar adalah suatu dorongan atau daya penggerak dari dalam diri individu yang memberikan arah dan semangat pada keinginan belajar,sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki.(S. Nurcahyani Desy Widowati,2013:9)
menurut basu swasta dan Hani handoko (2012:77) motif adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan guna mencapai tujuan seseorang.
Motivasi secara umum adalah sebagai gaya penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.(iswahyuni,2017:15)
Menurut Clayton Alderfer dalam Hamdhu, (2011:67) Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan segala kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atauhasil belajar sebaik mungkin.
menurut Asrori (2012:183) Motivasi dapat diartikan sebagai: (1) dorongan yang timbul pada diri seseorang secara disadari atau tidak disadari untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. (2) usaha-uasaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai yang ingin dicapai.
Motivasi ialah dorongan yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan sungguh - sungguh (Agoes Dariyo, 2013:91).
Motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan, artinya terpengaruh oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis siswa (Dimyati, 2013:97).
Menurut Suhana (2014:24) “motivasi belajar merupakan kekuatan (power motivation), daya pendorong (driving force), atau alat pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam rangka perubahan perilaku baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Menurut Hamzah B. Uno(2011: 23) “motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung.
Dimyati dan Mudjiono (2009:239) menambahkan bahwa “motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar, karena tanpa motivasi belajar siswa dapat menjadi lemah.”Lemahnya motivasi atau tidak adanya motivasi belajar akan melemahkan 10kegiatan belajar yang akan berpengaruh pada mutu hasi belajar akan menjadi rendah.
Menurut Mc. Donald dalam Sardiman (2007:73) “motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan”.
Menurut Mulyasa (2009:195) “motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya perilaku seseorang kearah suatu tujuan tertentu”
Motivasi belajar adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya perilaku seseorang kearah suatu tujuan tertentu agar memiliki kemauan untuk bertindak dalam belajar (Nugroho, 2013 : 8)
Menurut Sardiman (2011: 75) motivasi dapat juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga sesorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka itu.
Hamzah (2016:23) menyatakan bahwa motivasi adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur pendukung.
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah dan kegigihan perilaku.Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan alama (Santrock, 2011: 510).
Uno(2013:3) motivasi adalah dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha untuk mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih dalam memenuhi kebutuhannya.
Motivasi adalah proses memberi semangat, arah dan kegigihan perilaku. Santrock (2010:110)
Makmun (2012:37) motivasi adalah suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari.
Samsudin (2010:281) motivasi adalah proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok agar mereka mau melaksanakan.
Motivasi merupakan kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu untuk melakukan sesuatu kegiatan mencapai tujuan. Sardiman (2011:71)
B. Variabel Independen (X2)
Menurut Muhibbin syah (2010:135) sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi ataupun merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang baik secara positif ataupun negatif.
Menurut Ngalim purwanto (2007:141) sikap yang dalam bahasa inggris disebut attitude adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang, suatu kecenderungan untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap suatu perangsang atau situasi yang dihadapi.
Menurut Bimo walgito (2003:109) sikap itu merupakan organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberika dasar kepada orang tersebut untuk mendapat respon atau berperilaku dalam cara yang tertentu yang di pilihnya.
Sikap adalah kecenderungan untuk bereaksi dan merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek tertentu baik secara positif maupun negatif. (Ratna wulandari 2012:23)
Menurut Slameto (2010:188-189) sikap mengandung tiga komponen, yaitu komponen kognitif, komponen afektif dan komponen tingkah laku.
Menurut Azwar (2000:6) sikap merupakan evaluasi umum yang di buat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, objek atau isue.
Menurut Syah (2006:149) sikap belajar merupakan gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek, orang, peristiwa dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.
Menurut Abu dalam Diana (2013:166) sikap positif merupakan sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan, menerima, mengakui, menyetujui serta melaksanakan norma-norma yang berlaku dimana individu itu berada.
Menurut Diana (2013:42) sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa untuk mereaksi/merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.
Sikap adalah suatu kecenderungan seseorang dalam menilai dan bereaksi terhadap suatu objek yang diikuti dengan perasaan positif atau negatif.( widodo winarso 2015:69)
Sikap belajar adalah kecenderungan tindakan siswa terhadap suatu pelajaran yang terwujud dalam bentuk perasaan senang atau tidak senang,setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka terhadap pelajaran yang di pelajari. (Djaali 2008:69)
Menurut Azman (2001:431) sikap diartikan sebagai perbuatan yang berdasarkan pada pendirian, pendapat atau keyakinan.
Menurut Rahayuningsih (2008:1) sikap yakni suatu bentuk dari perasaan, yaitu perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung (unfavorable) pada suatu objek.
Menurut Trow (dalam Djaali, 2008:114) mendefinisikan sikap belajar sebagai suatu kesiapan mental atau emosional siswa dalam beberapa jenis tindakan pada situasi yang tepat.
Menurut Robert R.Gade (dalam siskandar 2008:440) sikap merupakan kesiapan yang terorganisir yang mengarahkan atau mempengaruhi tanggapan individu terhadap objek.
Sikap belajar adalah kecenderungan perilaku seseorang tatkala mempelajari hal-hal yang bersifat akademi (Djaali, 2008)
Menurut Harlen (dalam Djaali 2008, 114) sikap merupakan kesiapan atau kecenderungan seseorang untuk bertindak dalam menghadapi sesuatu objek atau situasi tertentu.
Menurut Djaali (2008:116) sikap belajar ikut menentukan intensitas kegiatan belajar. Sikap belajar yang positif akan menimbulkan intensitas kegiatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sikap belajar yang negatif.
C. Variabel Dependen (Y)
Menurut Jenkins dan Unwin (Uno, 2011: 17) yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah pernyataan yang menunjukan tentang apa yang mungkin di kerjakan siswa sebagai hasil dari kegiatan belajarnya.
Winkel (2009) mengemukakan bahwa “hasil belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang”.
Menurut Sudjana (2009: 3) “mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotor”.
Menurut Caroll (dalam Sudjana 2009:40) terdapat lima faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain: (1) bakat siswa; (2) waktu yang tersedia bagi siswa; (3) waktu yang diperlukan guru untuk menjelaskan materi; (4) kualitas pengajaran; dan (5) kemampuan siswa.
Kingsley (dalam Sudjana 2009:45) membagi tiga macam hasil belajar yaitu: (1) keterampilan dan kebiasaan; (2) pengetahuan dan pengertian; (3) sikap dan cita-cita. Sedangkan Gagne membagi lima kategori hasil belajar,yakni: (1) informasi verbal; (2) keterampilan intelektual; (3) strategi kognitif; (4) sikap; dan (5) keterampilan motoris.
Menurut Rasyid (2008 : 9) yang berpendapat bahwa jika di tinjau dari segi proses pengukurannya, kemampuan seseorang dapat dinyatakan dengan angka.
Menurut Hamalik (2004: 31) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengetahuan-pengetahuan, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan keterampilan.
Menurut Hamalik (2004: 49) “mendefinisikan hasil belajar sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh pelajar dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan”.
Menurut Slameto (2010 : 2 ) belajar adalah suatu proses usaha yang di lakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya yang berakhir dengan adanya suatu hasil belajar.
Menurut Suharsimi Arikunto (2012 : 46) hasil belajar dapat di ukur dengan tes, salah satunya tes formatif (ulangan harian/tes)yang merupakan tes prestasi yang tersusun secara baik.
Menurut Slameto (2010 : 54) hasil belajar di pengaruhi oleh beberapa factor yaitu:
a) Factor internal yaitu : factor jasmani, factor psikologi, dan factor kelelahan (baik jasmani maupun rohani),
b) Factor eksternal yaitu : factor keluarga, factor sekolah, dan factor masyarakat lingkungan sekitarnya
Menurut Ahmad Rondi (2015 : 10) Hasil belajar dapat di tentukan dari tes formatif (ulangan harian/tes) yang di laksanakan setiap kriteria dasar tertentu berakhir.
Menurut Susanto (2014:5) hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai hasil dari kegiatan belajar. Secara sederhana, hasil belajar diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pembelajaran. Hasil belajar merupakan pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan.
Menurut Hasan (2014 : 4) salah satu penyebab hasil belajar siswa rendah adalah karena maslah dalam lingkungan keluarga diantaranya :
a) Kurangnnya waktu keluarga membimbing anak dalam belajar
b) Keluarga belum menyiapkan fasilitas belajar yang memadai
c) Keluarga selalu beranggapan bahwa kegiatan belajar di sekolah sudah cukup memenuhi pendidikan anaknya.
menurut Munadi dalam Rusman. T (2013: 124) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. Sementara faktor eksternal meliputi faktor lingkungan dan faktor instrumental.
Merujuk pemikiran Gagne (Suprijono 2013:5) hasil belajar berupa:
a) Informasi Verbal
Kemampuan mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tulisan. Kemampuan secara spesfik terhadap angsangan spesifik, kemampuan tersebut tidak memerlukan manipulasi simbol, pemecahan masalah maupun penerapan aturan.
b) Keterampilan Intelektual
Kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang. Keterampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi, kemampuan analitis-sintesis fakta-konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan. Keterampilan intelektual merupakan kemampuan melakukan aktivitas kognitif yang bersifat khas.
c) Strategi Kognitif
Kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri, kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah.
d) Keterampilan Motorik
Kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi.
e) Sikap
Kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut. Sikap berupa kemampuan internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai. Sikap merupakan kemampuan menjadikan nilai-nilai sebagai standar perilaku.
Menurut suprijono (2013 : 7) hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja.
Menurut Dimyatian dan Mudjiono (2013 : 3) hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar di akhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan dan puncak proses belajar.
Susanto (2013 : 5 ) perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari belajar.
Nawawi (dalam Susanto, 2013: 5) yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.
Menurut Brigs (dalam taruh, 2013 : 17) yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah seluruh kecakapan dan hasil yang di capai melalui proses belajar mengajar di sekolah yang dinyatakan dengan angka-angka atau nilai-nilai berdasarkan tes hasil belajar.
Menurut jihad dan haris (2012 : 14) hasil belajar merupakan pencapaian bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik dari proses belajar yang di lakukan dalam waktu tertentu.
Menurut Hamdani (2011 : 137) hasil belajar adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah di kerjakan, di ciptakan baik secara individu, maupun kelompok dan sikap seseorang dalam menyelesaikan suatu hal.
Menurut Gagne (dalam sumarno, 2011) hasil belajar merupakan kemampuan internal (kapabilitas yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan seseorang melakukan sesuatu.
Dick dan Raiser (dalam sumarno , 2011) mengemukakan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang di miliki siswa sebagai hasil kegiatan pembelajaran , yang terdiri atas empat jenis, yaitu :
a) Pengetahuan
b) Keterampilan intelektual
c) Keterampilan motor
d) Sikap
Komentar
Posting Komentar