TAHAPAN DALAM MANAJEMEN KURIKULUM


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Manajemen Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Menurut Saylor , Alexsander, dan Lewis (1974) Kurikulum merupakan segala upaya sekolah untuk memengaruhi siswa agar dapat belajar, baik dalam ruang kelas maupun diluar sekolah.
Manajemen kurikulum adalah sebagai suartu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik dalam rangka mewujudkan tercapainya manajemen kurikulum.
Manajemen kurikulum dalam satuan pendidikan seperti yang telah diketahui sebelumnya kurikulum adalah salah satu hal yang penting dalam sebuah pendidikan. Secara umum ia  sebagai rencana yang dikembangkan untuk memperlancar proses belajar mengajar dengan arahan dengan bimbingan kepala sekolah beserta stafnya. Arahan atau bimbingan dari pihak sekolah kepada warga  kegiatan sekolahnya dimaksudkan agar kegiatan pengajaran atau proses belajar mengajar  yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar.[1] Guru adalah tititk sentral suatu kurikulum. Berkat usaha guru, maka timbul kegairahan belajar siswa sehingga memacunya lebih keras untuk mencapai tujuan belajar mengajar yang bersumber dari tujuan kurikulum. Dengan demikian, seluruh komponen pendidikan yang meliputi pendidik, kepala sekolah, peserta didik, dan lain-lain harus ikut aktif dalam mewujudkan kurikulum yang telah ditentukan pemerintah demi tercapainya tujuan sekolah itu sendiri.[2]
B.     Tahapan-tahapan Manajemen Kurikulum dalam Satuan Pendidikan
Sebuah kurikulum yang dipertimbangkan dengan baik dan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa dan disusun berdasarkan situasi dan kondisi masyarakat merupakan faktor yang sangat penting dalam proses kependidikan dalam proses lembaga pendidikan.
Pengelolaan kurikulum harus harus diarahkan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik, dengan tolak ukur pencapaian tjuan oleh siswa. Yang menjad masalah adalah bagaimana strateginya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam konteks ini guru didorong untuk terus menyempurnakan strategi tersebut.
Menurut Nanang Fattah pengelolahan kurikulum disekolah harus melalui beberapa tahapan yaitu :
1.      Tahapan Perencanaan
Pada tahap ini kurikulum perlu dijabarkan sampai menjadi rencana pencapaian. Perencanaan merupakan proyeksi tentang apa yang harus dipenuhi untuk mencapai  tujuan dengan berbagai pertimbangan sistemik, terarah, dan disengaja. Perencanaan bertujuan untuk mencapai seperangkat operasi yang konsisten dan koordinasi guna memperoleh hasil-hasil yang diinginkan. Perencanaan harus disusun sebelum pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya sebab menentukan  kerangka untuk melaksanakan fungsi lainnya itu. Secara mendasar,perencanaan adalah suatu proses intelektual yang melibatkan pembuatan keputusan. Proses ini menuntut prediposisi mental untuk berfikir sebelum bertindak, berbuat berdasarkan kenyataaan bukan perkiraan,dan berbuat sesuatu secara teratur. Hal ini merupakan hal kognitif sesuai dengan permintaan perencanaan.
Perencanaan merupakan penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu seefektif dan seefisien mungkin.
Suatu rencana yang baik terdiri dari 5 unsur khusus :
a.       Tujuan dirumuskan secara jelas
b.      Komprehensif, namun jelas bagi staf dan para anggota organisasi
c.       Hierarki, rencana dan terfokus pada daerah yang paling penting
d.      Bersifat ekonomis, mempertimbangankan sumber-sumber yang tersedia
e.       Layak, memungkinkan perubahan
2.      Tahap pengorganisasian dan pengkoordinasi[3]
Pengorganisasian dapat dilihat dari 2 pendekatan, yakni secara struktual dalam konteks manajemen, dan secara fungsional dalam konteks akademi atau kurikulum. Pengorganisasian kurikulum seyogyanya dilihat dari kedua pendekatan tersebut, yakni dalam konteks manajemen dan dalam konteks akademik.
Kepala sekolah dalam tahapan ini mengatur pembagian tugas mengajar, penyususnan jadwal pelajaran dan jadwal kegiatan ekstrakurikuler. Pada tahap perencanaan seluruh aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran dipersiapkan secaramatang dan menyeluruh agar padatahap pengorganisasian dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.[4]
Suatu organisasi sangat diperlukan untuk melaksanakan proses manajemen,yakni :
a.       Organisasi perencanaankurikulum
b.      Organisasi dalam rangka pelaksanaan kurikulum
c.       Organisasi  dalam evaluasi kurikulum
Secara akademik, organisasi kurikulum dikembangkan dalam bentuk-bentuk organisasi sebagai berikut:
a.       Kurikulum mata ajaran
b.      Kurikulum bidang studi
c.       Kurikulum integrasi
d.      Core curriculum[5]
3.      Tahap pelaksanaan
Pada tahap ini merupakan tahap  yang paling menetukan apakah sekolah dibawa kepemimpinan  kepala sekolah dapat mewujudkan program sekolah atau tidak. Perencanaan, pengorganisasian dan peengkoordinasi telah disusun akan dibuktikan keberhasilan dalam tahap pelaksanaan ini.
Mutu pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik apabila guru dan kepala sekolah besama-sama untuk membuka diri terhadap masukan atau kritikan yang membangun.[6]
4.      Tahap pengendalian
Didalam tahap ini paling tidak dua aspek yang perlu diperhatikan yaitu jenis evaluasi yang dikaitkan dengan tujuan dan pemanfaatan hasil evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran secara efektif atau tidak dapat diketahui melalui kegiatan evaluasi. Evaluasi ini penting dilakukan secara benar karena bertujuan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran yang telah dilakukan berjalan atau tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Disamping itu evaluasi yang dilakukan oleh guru dapat menjadi masukan untuk mengetahui  kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Dari banyak siswa tentunya ada diantara  merekayang menemui kesulitan dalam belajar. Siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat dilakukan pemantapan atau perhatian khusus agar tidak ketinggalan dan dapat menyusuaikan diri dengan siswa lain. Dalam mengatasi kesulitan belajar siswa perlu dicari solusinya, disalurkan dengan remedial, pemantapan,belajar dengan teman sejawat yang lebih pandai, atau memmbentuk kelompk belajar yang dibimbing oleh guru. Dengan demikia n, evaluasi juga dapat menjadi umpan balik bagi guru untuk memperbaiki proses pembeljaran selanjutnya.
C.    Tahap-tahap pengembangan kurikulum
Kurikulum yang terjadi diindonesia dilaksanakan secara bertahap adalah sebagai berikut:
1.      Pengembangan kurikulum tingkat lembaga
Pengembangan kurikulum tingkat lembaga ini masih bersifat umum. Materi didalamnya mencangkup tiga kegiatan pokok yaitu:
a.       Perumusan tujuan institusional
b.      Enetapan isi dan struktur program
c.       Penyusunan strategi pelakasanaan kurikulum secara keseluruhan
2.      Pengembangan kurikulum tingkat setiap bidang studi
Kegiatan dalam pengembangan program pada setiap bidang studi adalah sebagai berikut:
a.       Menyusun tujuan kurikuler
b.      Merumuskan tujuan intruksional umum
c.       Menetapkan pokok bahasan
3.      Pengembangan pengajaran dikelas
Terdapat beberapa pengembangan materi yang bisa dilakukan dalam proses pembelajaran seperti:
a.       Menjelaskan secara detail
b.      Menceritakan darimana asal mulanya suatu hal bisa terbentuk
c.       Menyuruh murid-murid membuat hal lain dari materi tersebut.[7]


















[1]Fitri oviyanti,dkk.Manajemen Kurikulum Dan pembelajaran. (palembang:Noer Fikri Offset, 2015) hlm.29
[2] Ibid, hlm. 30-31
[3] Oemar Hamalik. 2012. Manajemen Pengembangan Kurikulum. (Bandung: PT.Remaja Pusda Karya) hlm.136
[4] Fitri Oviyanti,dkk, op.cit, Hlm 34
[5] Oemar Hamalik, op.cit, Hlm 137
[6] Fitri Oviyanti,dkk, op.cit, Hlm.36
[7] Subandija. Pengembangan Dan Inovasi Kurikulum, (Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada. 1996) hlm 215-2017

Komentar