BAB I


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kepemimpinan menunjukan suatu hubungan pengaruh antara pemimpin dan pengikut untuk mencapai tujuan bersama dalam situasi tertentu. Dalam perspektif manajemen, kepemimpinan adalah hubungan pengaruh antara manajer dan karyawan untuk mencapai tujuan organisasional dalam situasi tertentu. Pemimpin dan kepemimpinan merupakan persoalan keseharian dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, berusaha, berbangsa dan bernegara. Kemajuan dan kemunduran masyarakat, organisasi, usaha, bangsa dan negara antara lain dipengaruhi oleh para pemimpinnya. Oleh karena itu sejumlah teori tentang pemimpin dan kepemimpinanpun bermunculan dan kian berkembang.
Islam sebagai rahmat bagi seluruh manusia, telah meletakkan persoalan pemimpin   dan   kepemimpinan   sebagai   salah   satu   persoalan   pokok   dalam ajarannya. Beberapa pedoman atau panduan telah digariskan untuk melahirkan kepemimpinan yang diridai Allah SWT, yang membawa kemaslahatan, menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat kelak. Sejarah Islam telah membuktikan pentingnya masalah kepemimpinan ini setelah wafatnya Baginda Rasul. Para sahabat telah memberi penekanan dan keutamaan dalam melantik pengganti beliau  dalam  memimpin  umat  Islam.  Umat  Islam tidak  seharusnya dibiarkan tanpa pemimpin. Sayyidina Umar R.A pernah berkata, Tiada Islam tanpa jamaah, tiada jamaah tanpa kepemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa taat.
           
Dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits banyak pembahasan tentang kepemimpinan,
salah satunya yaitu firman Allah dalam Surat Shad ayat 26 yang artinya :

Artinya : Hai Daud, sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa/pemimpin) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) diantara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah SWT. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah SWT akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (Shad : 26)

Ayat  ini  mengisyaratkan  bahwa  salah  satu  tugas  dan  kewajiban  utama seorang khalifah dalah menegakkan supremasi hukum secara Al-Haq. Seorang pemimpin tidak boleh menjalankan kepemimpinannya dengan mengikuti hawa nafsu. Karena tugas kepemimpinan adalah fi sabilillah dan kedudukannya sangat mulia.Sejalan dengan ayat di atas, seorang pimpinan haruslah menjalankankan tugas sebagai seorang pemimpin dengan didasari rasa tanggung jawab dan dibarengi dengan keikhlasan karena seorang pemimin yang baik adalah yang bisa menjaga amanahnya sebagai seorang pemimpin. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mempengaruhi bawahannya untuk bekerja dengan ikhlas yang tidak didasari oleh keterpaksaan.
Kepala sekolah memikul tanggung jawab yang sangat besar dalam memimpin sekolah dan mengatahui dengan jelas tentang arah dan tujuan yang akan dicapai oleh sekolah selain itu  bukan sekedar memimpin, kepala sekolah juga harus melakukan pengawasan dan penilaian terhadap guru dan siswa di sekolah secara langsung, bukan berdasarkan laporan karena sebagian kepala sekolah melakukan kepemimpinan dengan menggunakan laporan yang diterima tanpa tindakan nyata di sekolah. Hal ini menunjukkan kepala sekolah yang tidak aktif terhadap  penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah memang didasarkan pada empat pilar utama yaitu  bertanggung jawab, bekerja sama, perhatian kepada bawahan dan pengambil keputusan. Keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan adalah buah hasil dari kepemimpinan kepala sekolah dengan menerapkan gaya kepemimpinan yang membuat setiap bawahan percaya dan mengikuti perintah serta arahannya. Hal ini menempatkan kepala sekolah sebagai individu untuk melaksanakan tugas dan fungsi dalam mencapai tujuan pendidikan. 
Kepala sekolah di SMA Negeri 1 Kendari adalah seorang guru yang diberi tugas dan tanggung  jawab untuk memimpin dan menyelenggarakan pelayanan administrasi pendidikan dan  pembelajaran di SMA Negeri 1 Kendari. Sekolah yang didirikan pada 1 Agustus  tahun 1962 telah dipimpin oleh 9 orang kepala sekolah dengan periode kepemimpinan yang berbeda-beda sesuai dengan kompetensi masing-masing kepala sekolah. SMA Negeri 1 Kendaridengan jumlah guru mencapai 24 orang dengan siswa sebanyak 1283 orang yang tersebar di kelas X, XI dan XII. Dalam penyelenggaraan  pendidikan di SMA Negeri 1 Kendari, kepala sekolah menggunakan gaya kepemimpinan Demokratis  untuk setiapkebjak dan aturan pemimpin mengambil usulan melalui musyawarah.
Melihat keadn dilapangan di SMA Negeri 1 Kendari Masih ada Siswi yang tidak mematuhi aturan mengenai berhias mengunakan  make up disekolah ini dilarang namun, ada segelintir siswi yang lain masih mnggunakan,insiden pemukan siswa terhadap guru,ketepatan waktu dalam mengikuti apel pagi,kepatuhan dalam berpakain,dan ketepatan dalam masuk prosespembelajaran.

Berdasarkan dari realita di lapangan peneliti memutuskan untuk meneliti lebih lanjut dalam bentuk proposal dengan judul Pengaruh Gaya  Kepemimpinan  Demokratis  Terhadap Kedisiplinan Siswa SMA Negeri 1 Kendar


B.     Batasan Masalah
Untuk menghindari perluasan materi maka peneliti memberikan batasan masalah : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 1 Kendari
C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Bagaimana Gaya Kepemimpinan Di SMA Negeri 1 Kendari ?
2.      Bagaimana Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 1 Kendari ?
3.      Bagaimana Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Terhadap Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 1 Kendari ?
D.    Definisi Operasional
Menurut Hoover Definisi Operasional memuat indentifikasi sifat – sifat semua hal (variabel) sehingga dapat digunakan untuk penelitian

Variabel
Definisi Oprasional
Indikator
Gaya Kepemimpinan
1.      Gaya kepemimpinan merupakan sekumpulan ciri yang dimiliki pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya agar apa yang menjadi tujuan organisasi dapat tercapai Menurut Rivai.
Bentuk Pimpinan Dalam Pengambilan Keputusan.
Kedisiplinan
Menurut Arikunto “Disiplin adalah kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya”. 
Kepatuhuan Terhadap Aturan yang telah di tetapkan.


E.     Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  :
1.      Mengetahui Dan Menguji Pengaruh Gaya Kepemimpinan SMA Negeri 1 Kendari
2.      Mengetahui Dan Menguji Pengaruh Kedisiplinan Siswa SMA Negeri 1 Kendari 
3.      Mengetahui Dan Menguji Seberapa Besar Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Terhadap Kedisiplinan Siswa SMA Negeri 1 Kendari.

F.     Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah :
1.      Bagi Peneliti.
a.       Menambah  wawasan  dan  pengetahuan  mengenai  faktor-faktor  yang memengaruhi kinerja karyawan dan dapat secara langsung mengetahui permasalahan yang sebenarnya pada objek penelitian.
b.      Menerapkan materi kuliah yang didapat pada lingkungan kerja yang sebenarnya
2.      Bagi Akademisi                  
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadkan bahan untuk penelitian lebih lanjut dan disamping itu hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa yang akan menulis proposal  penelitian di kemudian hari.
3.      Bagi SMA Negeri 1 Kendari
Manfaat penelitian ini bagi SMA Negeri 1 Kendari adalah memberikan masukan bagi pengelola, yaitu tentang pengaruh gaya kepemimpinan Demokratis dan Kedisiplinan Siswa, sehingga diharapkan pengurus atau pengelola SMA Negeri 1 Kendari senantiasa mempertimbangkan aspek gaya kepemimpinan dan kompensasi dalam upaya meningkatkan kinerja gurunya.

Komentar