BAB II
BAB II
LANDASAN TEORITIK
A.
Gaya Kepemimpin
1.
Definisi gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan merupakan aspek penting untuk mencapai dan
meningkatkan keberhasilan kepemimpinan seseorang dalam suatu organisasi. Gaya
kepempimpinan merupakan pola pendekatan atau cara yang dipilih dalam
mengarahkan dan mempengaruhi pihak lain.[1]
Kelangsungan hidup dari sebuah organisasi tentunya selalu
berkaitan dengan aktivitas orang-orang yang berada di dalam
organisasi, dan berjalannya sistem yang menunjang aktivitas organisasi. Kepemimpinan
sebagai bagian dalam setiap aktivitas organisasi mempunyai peranan yang
penting, dimana kepemimpinan menjadi salah satu faktor penentu arah dan
tujuan organisasi. Berikut ini dipaparkan mengenai definisi dari kepemimpinan
menurut beberapa ahli berikut:
Definisi kepemimpinan menurut Stoner et al. adalah sebagai
Gaya kepemimpinan adalah pola-pola yang bervariasi dari tingkah laku yang
diinginkan pimpinan selama proses pengarahan dan mempengaruhi karyawannya.
Locke seperti yang dikutip oleh Pidekso dan Harsiwi mendefinisikan kepemimpinan
sebagai berikut: Kepemimpinan sebagai
suatu proses membujuk (inducing) orang-orang lain menuju sasaran
bersama. Berdasarkan beberapa
definisi kepemimpinan di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan
didefinisikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah
pencapaian tujuan. Model Gaya
Kepemimpinan
Menurt Ratnaningsih gaya kepemimpinan merupakan
norma perilaku yang digunakan oleh
seseorang pada saat orang tersebut mencoba
mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia inginkan. Burn seperti
yang dikutip oleh Ratnaningsih menyatakan bahwa gaya kepemimpinan dapat
dikelompokkan ke dalam dua tipe yang berbeda yaitu gaya kepempinan
transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional. Kedua gaya kepemimpinan
tersebut merupakan dua hal yang berbeda (saling bertentangan) namun sangat penting dan dibutuhkan setiap
organisasi.
Menurut
Rivai Gaya kepemimpinan merupakan
sekumpulan ciri yang dimiliki pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya agar apa
yang menjadi tujuan organisasi dapat tercapai.
2.
Model
gaya kepemimpinan
Terdapat
lima gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan situasi menurut
Siagian,
yaitu:
1.
Tipe pemimpin yang otokratik
Seorang pemimpin yang otokratik ialah seorang
pemimpin yang:
-
Menganggap organisasi sebagai milik pribadi
-
Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
-
Menganggap bahwa sebagai alat semata-mata
-
Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat
-
Terlalu tergantung pada kekuasaan formalnya
-
Dalam tindaknya penggeraknya sering mempergunakan approach yang mengandung
unsur paksaan dan puntif (bersifat menghukum)
2.
Tipe pemimpin yang militeristik
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang
dimaksud seorang pemimpin tipe militeristik berbeda dengan seorang pemimpin
modern. Seorang pemimpin yang bertipe militeristik ialah seorang pemimpin yang
memiliki sifat-sifat:
-
Dalam menggerakan bawahannya sistem perintah yang sering dipergunakan
-
Dalam menggerakan bawahannya senang bergantung pada pangkat dan jabatan
-
Senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan
-
Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahannya
3.
Tipe pemimpin yang paternalistik
-
Menganggap bahwa sebagai manusia yang tidak dewasa
-
Bersikap terlalu melindungi
-
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan
-
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil inisiatif
- Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan
daya kreasi dan fantasi
- Sering bersikap mau tahu
4. Tipe pemimpin yang kharismatik
Harus diakui bahwa untuk
keadaan tentang seorang pemimpin yang demikian sangat diperlukan, akn tetapi
sifatnya yang negatif mengalahkan sifatnya yang positif.
5. Tipe pemimpin yang demokratik
Pengetahuan tentang
kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah
yang paling tepat untuk organisasi modern karena:
- Ia senang menerima saran, pendapat dan bahkan kritikan dari
bawahan
- Selalu berusaha mengutamakan kerjasama teamwork dalam usaha
mencapai tujuan
- Selalu berusaha menjadikan lebih sukses dari padanya
- Selalu berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin[2]
B.
Definisis
Kedisiplinan
Secara
etimologi kedisiplinan belajar diambil dari kata disiplin yang berarti
ketataan(kepatuhan) kepada peraturan di sekolah,tat tertib dan sebagainya [3].Berdasarkan
pengertian tersebut dapat dikembangkan bahwa disiplin siswa adalah semua bentuk
tindakan yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang berkelanjutan,baik di
sekolah maupun di luar sekolah.Dengan kata lain orang dikatakan disiplin
apabila pikiran dan tindakannya selalu didasarkan oleh aturan –aturan yang
berlaku
C.
Kerangka
Pikir
Dalam
penelitian ini terdapat dua variabel, yang pertama terdiri dari variabel
dependen (Y) yaitu kedisiplinan siswa
yang dipengaruhi oleh variabel independen (X) yaitu gaya kepemimpinan.
Sebagaimana
telah disebutkan bahwa Gaya Kepemimpinan merupakan hal yang sangat
berpengaruh dalam membangun kedisiplinan siswa, sebagaimana
yang dikemukakan oleh
Dari urayan diatas dapat
disimpulkan bahwa Gaya Kepemimpinan Berpengaruh terhadap kedisiplinan
Siswa.
|
|
||||
Ho
D. Hipotesis
Berdasarkan
hasil kerangka pikir tentang hubungan variabel maka penulis menggunakan
hipotesis asosiatif yang merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
yang mempertanyakan kedua variabel
penelitia.
H1 : Gaya
Kepemimpinan Demokratis Mempengaruhi Kedisiplinan Siswa.
Ho : Gaya Kepemimpinan Demokratis Tidak Mempengaruhi Kedisiplinan
Siswa.
[1]Heru Purnomo
Dan Muhammad Cholil, “Pengaruh Gaya
Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan Motivasi Kerja Pada Karyawan
Administatif Di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Manajemen Sumber Daya
Manusia, Vol. 4 No. 1, 1 Juni 2010, H. 27-35
[2] Reza, Rregina Aditya,
And I. Dirgantara. Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kearj
Terhadap Kinerja Karyawan Pt Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. Diss.
Universitas Diponegoro, 2010.
Komentar
Posting Komentar