ulasan metode penelitian kualitatif

Ulasan Buku Penelitian Kualitatif
Judul Buku                         : Metodologi Penelitian Kuakitatif
Nama Penulis                     : Dr. Lexy J. Moleong, MA
Editor                                  : Tjuan Surjaman
Desain Sampul                   : Dedy Suardi
Tempat diterbitkan            : Bandung
Penerbit                              : PT REMAJA ROASDAKARYA
Waktu diterbitkan             : Cetakan 1 s.d qq tahun 1989 s.d 2000
                                                Cetakan Ketiga Belas ,September 2000
Jumlah Halaman                : 253 Halaman
Resensator                          : Munajad

 Pendahuluan
 Bab ini adalah bab terakhir, namun penepataanya pada akhir buku ini bukan berarti bahwa hal itu tidak penting.Bab ini merupakan penrapan dari semua “Teori” yang selama ini dipelajari pada bab – bab sebelumnya.Dengan kata lain, bab ini merupakan aplikasi dari prinsip dan konsep yang telah dikemukakan sebelumnya.
Seorang peneliti yang akan melaksanakan penelitian jelas harus mengadakan persiapan, baik persiapan fisik, admintratif, maupun perasiapan secara prefesional.peneliti harus membuat keputusan – keputusan tentang persiapan – persiapan yang diadakan tersebut.Untuk itu peneliti perlu membuat rancangan penelitian sebelum  melaksanakan penelitian.
Bab ini membahas rancangan penelitian yang dibagi kedalam empat bagian.berturut – turtut dibahasa penegertian rancangan penelitian,unsur – unsur  rancangan penelitian, rancangan penelitian dan kedudukannya di paradikma, dan kerangka rancangan penelitian. 

A.    Pengertian Rancangan Penelitian
   Penulis mengunakan “Rancangan Penelitian” untuk istilah populer reesearch design seperti yang banyak terdapat dalam buku – buku penelitian.Penulis mempunyai beberapa alasan untu itu.Pertama, memenag benar salah satu arti kata the saigen   ialah rancangan,tetapi apa bila dikaji lebih lanjut, kata itu dapat berarti pula pola, potongan, bentuk, model,tujuan,dan maksud(echols  dan  Hassan shadily)  Kedua, sehubungan denga alasan pertama, dalam bidang penelitian terjadi bahwa penegertian reesearch design diartikan oleh  Campbell dan stanley sebagai tahap perlakuan sebelum dan sesudah ekperimen.
Oleh karena itu, penelitiannya membagi desain penelitian ke dalam tahap Oriantatation, Personal Development history, dan perspective. Lincoln dan Guba mendefinisikan  rancangan penelitian  sebagai usaha merencanakan kemungkinan – kemungkinan tertentu secara luas tanpa menujukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsurnya masing – masing.Bagi penulis buku ini, rancangan penelitian diartiakan sebagai usaha  merencanakan dan menetukan segala kemungkinan dan perlengkapan yang diperlukan dalam suatu penelitian kualitatif.

B.     Unsur – Unsur  Rancangan Penelitian
 Rancangan penelitian seperti dikemukanakan diatas berarti persiapan kemungkina dan perlengkapan.Lincoln dan guba mengemukakan adanya sepuluh kemungkinan dan perlengkapan. Kesepuluh unsur tersebut adalah fokus penelitian , kesesuaian paradigma   dengan fokus , kesesuaian paradigma   dengan teori substantif, subjek penelitian, tahap – tahap penelitian, teknik penelitian, pengempulan data, analisis data,  perlengkapan penelitian, dan pemeriksaan keabsaan data.Unsur – unsur tersebut dibawah ini
1.      Penentuan Fokus Penelitian 
Tidak ada suatu pun penelitian yang dapat dilakukan tanpa adnya fokus. Sudah diuraikan pada bab III  bahwa fokus itu pada dasarnya adalah masalah.Masalah dalam hal ini adalah keadaan  yang “ membingungkan akibat adanya kaitan dua atau lebih faktor.faktor  dalam hal ini berupa konsep, data empiris, pengalaman, atau unusr lainya apa bila ditempatkan secara berkaitan  akan menimbulkan persoalan atau kesukaran.Penentuan fokus suatu penelitian memiliki dua tujuan. Pertama, Penetapan Fokus membatasi studi yang berarti bahwa dengan adanya fokus, penentuan tempat penelitian menjadi lebih layak.Kedua, penetuan fokus secara efektif menetapkan kreteria inglusi dan e-xlusi untuk menyaring yang mengalir masuk. 

2.      Penentuan Kesesuaian Paradigma dengan fokus
Paradigma pada dasarnya berakar pada seperangkat kepercayaan seseorang yang disebut aksioma.Pada dasarnya hal ini telah  dibahas pada bab II yang jelas ialah  banyak faktor  yang dapat secara bersama –sama mempengaruhi suatu hal.Dengan demikian tidak ada satu penyebab tunggal atau beberapa  gabungan penyebab tunggal yang cukup dapat menrangkan terjadinya suatu keluaran tertentu.

3.      Penentuan Kesesuain Paradigma dengan Teori Substantif  yang membimbing Studi
Jika suatu teori muncul dari data,maka harapanya teori itu tat  asa dengan paradigma metodologis yang menghasilkannya.Hal itu akan menjadi persoa;an apabila teori itu merupakan sesuatu yang digunakan oleh penelitian untuk diuji, mungkin karena hal itu berasal dari teori dari dasar studi lainya atau karena dihendaki oleh sponsor penelitian.

4.      Penentuan dari mana dan dari siapa data dikumpulkan
Penentuan dari mana dan dari siapa data dikumpulkan pada dasarnya berkaitan dengan penentusn tempat penelitian dan satuan kajian.langka beriktnya adalah merancangg sampel bertujuan yang telah dijelaaskan pada bab IV, jelas tidak dapat ditentukan  terlebih dahulu siapa responden yang menjadi sampel sperti dalam penelitian nonkualitatif

5.      Penentuan tahap –tahap penelitian
Pada dasarnya, karena penelitian alamiah mengandalkan “tidak tahu apa yang tidak  diketahui”, maka suatu penelitian hendaknya dilakukan dalaam tahap – tahap tertentu.Tahap pertama, mengetahui sesuatu yang perlu diketahui.tahap ini dinamakan tahap “orientasi dan memperoleh gambaran umum.tujuan pada tahap ini ialah memperoleh informasi tentang latar yang nantinya diikuti dengan tahap merincikan informasi yang diperoleh  pada tahap berikutnya.Tahap kedua dinamakan “ekplorasi fokus”.Sesudah  tahap pertama, peneliti menyediakan  waktu untuk menyusun :” petujuk”memperoleh data seperti  petunjuk wawancara dan pengamatan.Tahap ketiga ialah tahap pengecekan dan pemeriksaan keabsahan data, terutama untuk mengadalkan pengecekkan anggota dan auditing

6.      Penentuan Teknik Penelitian
Pemelihan teknik penelitian pada dasarnya dibimbing oleh fokus  dan situasi serta jadwal waktu yang ditetapkan. Peneliti biasanya bertindak sebagai alat penelitian seperti yang telah diuraikan pada bab V. Selain yang dikemukakan pada bab itu, pemanfaatan instrumen lain  seperti kuesioner, skala sikap, dan lain- lainya yang relefan dapat saja direncanakan. 

7.      Perencanaan  pengumpulan dan pencatatan data
Teknik penelitian sebagai teknik pengumpulan data yang pertama – tama digunakan pada umumnya ialah wawancara, kemudian pengamatan, pengumpulan dokumen, dan semacamnya. Untuk melaksanakan teknik teknik tersebut tentu saja bagi peneliti diperlukan persiiapan, misalnya bagaiana menyusun “protokol” wawancara dadn petunjuk pengamatan.
Cara pencatatan data pada mulanya dapat bersidat umum, tetapi lama kelamaan perlu diarahkan kepada hal hal yang makin khusus. Pada mulanya wawancara itu terstruktur, lama kelamaan menjadi makin terstruktur. Jika tiba saatnya wawancara itu sudah mulai terstruktur, tentu saja “protokol wawancara” sudah harus dipersiapkan oleh peneliti. Jadi, peneliti hendaknya menyiapkan cara pencatatan data itu dengan jalan yang memperhatikan dimensi ketepatan dan strruktur. 

8.      Perencanaan prosedur dan pelaksanaan analisis data
Cara analisis dan penafsiran data telah dikemukakan pada bab VII. Prosedurnya dilaksanakan secara terbuka mengikuti cara seperti yang telah dijelaskan pada bab itu. Yang perlu dirancang ialah bahwa analisis data itu telah dimulai sejak pertama tiba pada latar penelitian.

9.      Perencanaan perlengkapan  penelitian
Perencanaan perlengkapan atau logistik dalam penelitian kualitatif dapat dikelompokkan kedalam lima kategori, yaitu pertimbangan logistik secara keseluruhan sebeblum proyek, pengadaan perlengkapan sebelum terjun kelapangan, perencanaan perlengkapan sewaktu berada dilapangan, penyiapan logistik sesudah kegiatan lapangan, dan perencanaan logistik untuk akhir dan menutup kegiatan.

10.  Perncanaan untuk pemeriksaan Keabsaan data
Pemeriksaaan keabsahan data hendaknya dipersiapkan secara keseluruhan. Tekniknya telah dikemukakan pada bab VI

C.     Rancangan Penelitian Alamiah  Dan Kedudukan Paradigma
Keadaan bervariasinya paradigma itu dijelaskan oleh Patton an uraiannya berkaitan dengn evaluasi sehingga penulis memmodifikasinya seperrti berikut.
Berturut turut diuraikannya beberapa pendekatan, yaitu: 1) Pendekatan hipotetis-deduktif asli, 2) Strategi kualitatif asli, empat macam pendekatan campuran masing masing 3) Desain eksperimen, pengukuran kualitatif, dan kajian isi, 4) Desain eksperimen, pengukuran kualitatif, dan analisis statistik, 5) Inkuiri alamiah, pengukuran kualitatif, analisis statistik dan terakhir, 6) Inkuiri alamiah, pengukuran kualitatif, dan analisis statistik

D.    Rancangan Penelitian
Setelah mempelajari beberapa kerangka rancangan penelitian dan dengan menganalisis unsur unsur suatu kerangka penelitian, dibawah ini dikemukakan sutau kerangka rancangan penelitian kualitatif yang dapat dimanfaatkan ketika membuat usulan penelitiaan (research proposal), baik untuk keperluan tesis, disertasi, ataupun usulan penelitian suatu proyek.
Perlu dikemukakan bahwa kerangka yang disajikan disini merupakan model yang tentunya dapat disesuaikan oleh mereka yang memanfaatkannya. Misalnya pada bab V tentang pemeriksaan keabsahan data barangkali tidak seluruhnya yang diterapkan sehingga yang dimasukkan hanyalah yang sesuai saja.

Komentar